
Hmm, buat
sebagian dua suku kata ini terasa sangat sederhana dan terlalu
menggelikan untuk diomongkan. Mereka yang easy going ini tinggal
berkata, "Apa sih susahnya mendapatkan jodoh, cari saja pacar
sebanyak-banyaknya, tinggal pilih saja satu yang sesuai." Realita-nya
toh tak semudah itu bukan?
Buat sebagian
lain mencari jodoh yang tepat bahkan lebih susah dari mendapat uang
bermilyar-milyar, lebih sukar daripada memperoleh ketenaran, lebih
susah ketimbang memperoleh pekerjaan yang baik, atau lebih sukar
ketimbang menyelesaikan sekolah hingga doktor. Kita toh bisa lihat
sendiri betapa banyak perkawinan pasangan orang-orang terkenal atau
orang-orang terdidik yang kandas beberapa saat kemudian, akhirnya orang
pun berucap "ah, ... mungkin bukan jodohnya."
Apakah jodoh
itu? apakah seorang pasangan hidup yang bagus secara fisik, indah
hatinya, tinggi intelektualitasnya, tekun ibadahnya, terjamin
penghidupannya. Jika ya tentunya tak lebih dari 1% saja orang yang
menikah di dunia ini. Tidak ada rumus matematika yang tepat untuk
mendapatkan jodoh, tidak ada pelajarannya di sekolah manapun. Hmm,
problem besar bukan? Bagaimana mungkin salah satu sumber kebahagiaan
terbesar dalam hidup tidak pernah ada ilmunya.
Mungkinkah
ini jawaban untuk kamu...
|